Itulah kata-kata yang pantas untuk burung yang bernama walet ini. hanya dengan liurnya dapat menghasilkan uang. namun sulit untuk mendapatkan hasil liurnya itu, karena biasanya hanya terdapat di Gua yang besar. walet sangat suka tempat yang lembab seperti udara didalam Gua dan memiliki bebatuan untuk membuat sarangnya.
Budi daya burung wallet memang sudah lama dilakukan, tetapi pada awalnya orang tidak menyediakan rumah khusus untuk wallet. Akibatnya, burung wallet hanya
memasuki rumah-rumah tua atau bagian rumah yang tidak dihuni. Kini sarang walet tidak hanya berada di Gua-Gua besar. sarang walet jaman sekarang bisa berada di atas rumah orang, karena kini telah banyak orang yang membuat gedung untuk rumah walet baik itu di atas atap rumah maupun langsung melonjar dari dasar tanah.
sarang yang dibuat pun tidaklah kecil. mahluk sekecil ini juga manja. rumahnya harus besar, kalau membuat dari beton pasti banyak biayanya, jadi tidak bisa dibilang mudah. ternyata manusia masih kalah yah dengan walet, rumah walet dibuat ada yang sebesar hotel bahkan lebih besar lagi, sedang manusia rumahnya kalau udah muat 4 orang pun jadi.
Rumah wallet buatan biasanya banyak dilengkapi oleh berbagai perlengkapan agar wallet tertarik dengan rumah tersebut, seperti sprinkler, kolam air, CD rekaman suara wallet, tweeter dan ventilasi udara agar kondisi rumah tersebut sesuai dengan habitat burung wallet. Untuk CD atau disket yang berisi suara rekaman burung wallet harus diputarkan selama 24 jam nonstop. Karena dari suara itulah wallet akan terpancing untuk masuk kedalam rumah wallet buatan. Di Kalimantan sering tegangan listriknya tidak menentu, jadi gunakan stavolt untuk untuk mengatur tegangannya, dan gunakan accu/aki untuk jaga-jaga kalau nanti mati lampu.
Selain berbagai macam perlengkapan di atas, agar wallet tetap betah di rumah wallet buatan, wallet juga perlu makan. Jadi disediakan sekam padi. Bukan sekam padinya yang wallet makan tapi sekam padi itu nanti dibiarkan cukup lama hingga nanti ada kutu-kutu yang muncul di sekam padi tersebut, nah kutu-kutu itulah santapan lezat bagi si liur emas.
Untuk bangunan rumah wallet buatan yang masih baru, jika wallet sudah banyak dan memiliki sarangnya. Disarankan agar sarangnya jangan diambil duluan, karena itu akan membuat wallet menjadi frustasi dan tidak lagi ingin berdiam diri di rumah itu. Jadi biarkanlah sarang wallet pertama atau kedua ditempatnya hingga sarang wallet ketiga, barulah bisa di ambil. Kemungkinan sarang ketiga akan muncul sekitar 1 tahun lebih setelah sarang pertama. Jadi patut kita bersabar untuk mendapatkan sarang si liur emas, tanpa usaha kerja keras dan kesabaran kita tidak akan mendapatkan hasil dari si liur emas.
Jika ingin mengetahui lebih dalam mengenai seputar wallet, baca saja bukunya ya,,,,terbitan AGROMEDIA yang dibuat oleh A. Hendri Mulia, SE.. dapat di beli di Gramedia Store Book.





Thanks infonya,, jadi nambah ilmu luar nih
hello…bagus buanget informasinya..thank’s ya…lam knal dr gw
di ampah masih jadi komoditas pribadi yg belum memberi kontribusi apa-apa bagi daerah/ negara…
wah teryata burung wallet pilih pilih rumah juga ya he
wah capek juga ya kalo mau menbudidayakan walet ini..pasti banyak dananya. dan perlu tenaga tambahan buat merawatnya.
di daerah saya, kebumen, ada tuh walet yang bersarang di gua deket laut…kalo mau panen harus naik ke gua dan menyabung nyawa agar tidak jatuh ke laut
Trims informasinya, jadi tambah wacana nih. Salam persahabatan selalu dari kota Batik Pekalongan
ntar kalau panen bagi-bagi ya, ..