Monthly Archives: Juli 2010

PUASA????!!!! HARUS TAHU YANG MANA YANG BENAR

wawan Kita tahu Puasa merupakan ibadah yang dilaksanakan dengan jalan meninggalkan segala yang menyebabkan batalnya puasa sejak terbit fajar kedua (shadiq) hingga terbenam matahari.

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang agung, sebagaimana sabda Nabi “Islam itu didirikan di’ atas lima hal; Bersaksi tiada sesembahan yang hak melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji ke Baitullah “. (Muttafaq ‘alaih)

Hukum dan Golongan Manusia Dalam Berpuasa

  • Puasa diwajibkan kepada setiap muslim, baligh, mampu dan bukan dalam keadaan safar (bepergian).
  • Orang kafir tidak diwajibkan berpuasa dan jika ia masuk Islam tidak diwajibkan mengqadha’ (mengganti) puasa yang ditinggalkannya selama ia belum masuk Islam.
  • Anak kecil di bawah usia baligh tidak diwajibkan berpuasa, tetapi dianjurkan untuk dibiasakan berpuasa.
  • Orang gila tidak wajib berpuasa dan tidak dituntut untuk mengganti puasa dengan memberi makan, walaupun sudah baligh. Begitu pula orang yang kurang akalnya dan orang pikun.
  • Orang yang sudah tidak mampu untuk berpuasa disebabkan penyakit, usia lanjut, sebagai pengganti puasa ia harus memberi makan setiap hari satu orang miskin (membayar fidyah).
  • Bagi seseorang yang sakit dan penyakitnya masih ada kemungkinan untuk dapat disembuhkan, jika ia merasa berat untuk menjalankan puasa, maka dibolehkan baginya tidak berpuasa, tetapi haras mengqadha’nya setelah sembuh.
  • Wanita yang sedang hamil atau sedang menyusui jika dengan puasa ia merasa khawatir terhadap kesehatan dirinya dan anaknya, maka dibolehkan tidak berpuasa dan kemudian mengqadha’nya di hari yang lain.
  • Wanita yang sedang haidh atau nifas, tidak boleh berpuasa dan harus mengqadha’nya pada hari yang lain.
  • Orang yang terpaksa berbuka puasa karena hendak menyelamatkan orang yang hampir tenggelam atau terbakar, maka ia mengqadha’ puasa yang ditinggalkan itu pada hari yang lain.
  • Bagi musafir boleh memilih antara berpuasa dan tidak berpuasa. Jika memilih tidak berpuasa, maka ia harus mengqadha’nya di hari yang lain. Hal ini berlaku bagi
    Baca lebih lanjut
Iklan

MEMANFAATKAN AKAR NANAS UNTUK MEMPERCEPAT PROSES PEMBEKUAN PADA GETAH KARET

wawan

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Kehidupan masyarakat sudah semakin berkembang, banyak teknologi baru yang diciptakan para ahli untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan yang dilakukan.

Dalam masa moderen ini, masyarakat disibukkan dengan adanya perkembangan global yang sangat pesat. Tidak ada banyak waktu yang mereka miliki sehingga mereka lebih menyukai hal yang bersifat instant dan cepat.

Dengan adanya perkembangan yang amat pesat mengakibatkan permintaan konsumen semakin meningkat terhadap barang-barang ekonomi, termasuk karet. Untuk mengatasi hal tersebut banyak produser menggunakan cuka sebagai alat untuk pembekuan getah karet. Namun untuk mendapatkan cuka, produsen harus mengeluarkan biaya untuk pembeliannya. Selain itu, produsen juga dipermasalahkan dengan keterlambatan kedatangan cuka akibat adanya kondisi alam yang tidak bersahabat.

Daripada itu, kami membuat karya ilmiah ini untuk membantu masyarakat(produsen) mengatasi permasalahan diatas yaitu dengan pemanfaatan akar nanas sebagai pembeku getah karet.

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

harajuku

wawan

Suasana di Harajuku

Harajuku (原宿 ?) adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Kuil Meiji, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dōri), department store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat.

Sekitar tahun 1980-an, Harajuku merupakan tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku. Sampai hari ini, kelompok anak muda berpakaian aneh bisa dijumpai di kawasan Harajuku. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo.

Sebetulnya sebutan “Harajuku” hanya digunakan untuk kawasan di sebelah utara Omotesando. Onden adalah nama kawasan di sebelah selatan Omotesando, namun nama tersebut tidak populer dan ikut disebut Harajuku.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!